Posts

Resensi Buku Silent Patient

 Identitas Buku Judul: The Silent Patient Penulis: Alex Michaelides Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit: 2019 ISBN: 9786020633909 Tebal halaman: 400 halaman Sinopsis Buku Suatu malam, terdengar bunyi tembakan dari rumah pasangan Gabriel dan Alicia Berenson. Ketika polisi masuk, Gabriel ditemukan tewas tertembak lima kali di wajah dengan posisi terikat di kursi. Alicia berdiri di depan suaminya. Senjata api tergeletak di lantai. Alicia membisu. Ia tak menjawab satu pertanyaan pun. Ia tetap diam ketika dituduh membunuh Gabriel. Alicia tetap bungkam sewaktu ditahan, tidak menyangkal atau mengaku. Ia tak pernah bicara lagi. Alicia tetap membisu–tapi menyatakan satu hal, dengan lukisan potret diri. Ia memberi judul di sudut kiri bawah kanvas, dengan huruf-huruf Yunani biru terang. Resensi Buku Bagian awal dari buku ini bercerita tentang Alicia Berenson, seorang pelukis ternama diduga membunuh suaminya, seorang fotografer mode bernama Gabriel Berenson, setelah ditemukan tewa...

Kalung Seorang Kekasih

 Makan malam sudah berlalu sejak setengah jam. Aku tidak kembali ke kamarku, pun begitu istriku tengah menemani Rey, anak kami agar lekas tidur. Rencana untuk berkunjung ke taman yang ada di Monas membuatku pergi ke loteng dan mencari sepatu roda yang pernah kugunakan dulu, sebelum menikah, untuk bermain bersama Rey minggu sore nanti. Aku menurunkan beberapa tumpukan dus, membongkarnya. Aku yakin kalau telah menyimpan sepatu roda berwarna abu-abu itu di salah satu dus dan meletakkannya di sini bersama barang-barang tak terpakai lainnya. Membuatku terus mencari dan melepas selotip yang merekat pada tiap-tiap dus yang mengunci rapatnya. “Ah, ternyata memang benar ada di sini,” gumamku setelah menemukannya di dalam sebuah dus mie instan yang terbungkus rapi oleh koran. Tak lama setelah memisahkan sepatu roda itu dan merapikan dus-dus hingga tersusun seperti semula, aku langsung bergegas menuruni anak tangga kecil yang terbuat dari kayu sebagai pijakannya, dan tambang untuk menyambung ...

Tidak Pernah Ada yang Baik-baik Saja

 Malam ini, di luar hujan sangat deras sekali. Suaranya terdengar bising di telinga, namun cukup menenangkan. Dan untuk mengisi kekosongan, aku memutuskan untuk bercerita. Bukan tentangku, tapi tentang temanku. Namanya Kinara Zakeisha. Orang-orang disekitarnya biasa memanggil dia dengan sebutan Ara. Nama yang cukup manis untuk si muka datar yang misterius. Aku kenal dia sudah sejak lama, sejak kita masih kecil. Bahkan aku tak ingat kali pertama berjumpa dengan Ara. Ara. Dia cuma, gadis yang lahir tanpa mimpi. Tanpa tahu nanti dia mau jadi apa, tapi dia juga perempuan yang banyak mau. Gadis yang mencoba menyelam ke permukaan padahal dirinya sendiri tidak bisa berenang. Bisa dibilang, ya, dia gadis aneh. Hobinya cuma baca buku buku gak sehat, nonton film sakit, sama ngedengerin musik yang gelap. Gak pinter-pinter amat sih, tapi ya gak bodoh juga. Gadis yang sulit berinteraksi sama orang baru, maunya di rumah melulu. Gak pandai bersuara dengan lantang. Apa-apa dipendam sendirian. Bisa...